Senin, 06 Oktober 2014

Mawar Merah Putih Di Gunung Ungaran


 photo mawar1_zps33bb3413.jpg
19 tahun yang lalu gunung Ungaran ku dengan Base Camp Mawar di kelilingi kebun mawar yang indah nampak seperti lautan merah putih. Dengan senyum ceria para petani saat panen raya memetik bunga mawar. Tapi kini hanya tinggal bayangan 19 tahun yang lalu kini menjadi lahan yang gundul hingga tak kutemui lagi senyum ceria para petani. 19 tahun yang lalu setiap pendaki pasti terpesona dengan hambaran kebun bunga mawar disini, sesekali mereka bertandang di depan kamera untuk sebuah kenangan di kebun mawar gunung Ungaran ku. Sungguh kini jauh berbeda dengan adanya keserakahan untuk kepentingan pribadi (tertentu) kebun mawarku hilang dan muncul tanaman tanaman villa yang kokoh. Kapan dan kapan lagi akan di bangun sebuah tanaman semen yang kokoh atau sebuah apa lagi, yang mesti di sini dulu kebun mawar dan yang akan datang akan berubah menjadi objek apalagi ?

 photo mawar5_zps09aed50b.jpg
Sungai kecil dengan air yang jernih dan sejuk dengan mudah di ambil untuk kebutuhan perjalanan pendakian para pendaki dan juga para petani di sekitar kebun mawar. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 7 meter dikelilingi rimbunnya pohon pinus  dapat dijumpai dan airnya  kami gunakan untuk mandi membersihkan badan setelah pendakian atuapun berkemah. Kini tiada lagi air terjun itu dengan rimbunnya pohon pinus dan sungai kecil dengan air yang jernih sudah tertutup cor-cor semen yang keras dan kokoh.

 photo mawar3_zpsdfa7cdf2.jpg
Sebuah gorong gorong yang menyerupai goa buatan tangan tangan manusia, sesekali aku sempatkan untuk menelusuri kedalamnya hingga ada sebuah pertanyaan adakah sebuah kesejukan, keharuman dan kedamaian di sini, adakah sebuah angin sepoi sepoi keharuman bunga mawar disini. Bergegas aku lari keluar karena nafasku sesak dan kembali aku temukan hamparan tanah gersang disekitarnya. Namun Base Camp mawar untuk para pendaki masih berdiri kokoh disini. Kekawatiranku akan pengambilan lahan mawar ini dan akankah base camp juga nantinya tergusur?

 photo mawar4_zpsa62c848b.jpg
Area perkemahan yang dulunya rimbun dengan pohon pinus, sekarang mulai berkurang karena banyak ditanami rumput-rumput untuk pakan ternak. Belum lagi ulah tangan-tangan jahil dengan bekas tebangan pohon pinus yang belum tuntas. Beberapa area berdiri kokoh tiang-tiang besi yang mengurangi keindahan mata akan alaminya sekitar perkebunan yang dulu adalah hamparan bunga mawar.

Indonesia kaya dengan keindahan alamnya karena terdiri  dari daratan dan lautan, daratan Indonesia membentang hutan yang sangat luas dari sabang sampai merauke. Pulau Indonesia yang memiliki hutan paling luas adalah pulau Kalimantan kemudian pulau Sumatera. Hutan adalah paru-paru dunia karena hutan sangat besar peranannya terhadap kehidupan dibumi  ini. Setiap detiknya hutan selalu menghasilkan oksigen untuk di hirup oleh manusia. Penebangan hutan di Indonesia pada saat ini sudah semakin merajalela, apalagi penebangan yang terus menerus dan tidak ada peremajaan hutan sejak dini. Memang sudah ada gerakan menanam pohon dengan serempak hampir disemua elemen masyarakat, namun jika tidak diimbangi dengan kesadaran akan bahanya penebangan hutan  secara liar ini akan berbahaya bagi kelangsungan hidup semua mahluk pada umumnya.

 photo mawar2_zps77ba792e.jpg
Kebutuhan manusia semakin hari semakin bertambah, seperti tumbuhan, lahan pertanian dan sebagainya. Akan tetapi persedian alam sangat terbatas dan akan terus habis jika tidak dipergunakan secara bijak. Bagi mahluk hidup, hutan adalah merupakan kebutuhan utama untuk kehidupan. Jika tidak ada penanaman hutan dan penebangan terus dilakukan maka bencana alam akan melanda kita semua, seperti :
  • Semakin berkurangnya lapisan tanah yang subur
  • Longsor dan Banjir di berbagai wilayah
  • Kekeringan berkepanjangan dan berkurangnya sumber mata air
  • Global warming
  • Musnahnya berbagai  flora dan fauna
  • Kekayaan hutan di indonesia tentu nya akan menjadi lebih sedikit akibat adanya penebangan hutan secara liar/illegal
Melihat dampak dari penebangan hutan secara liar tersebut, maka perlu adanya suatu cara untuk mencegah bahaya besar yang mengancam. Dalam menyingkapi adanya penebangan hutan tersebut dengan cara pendekatan secara neo-humanis. Beberapa hal  pendekatan neo-humanis dalam mencegah dan mengurangi terjadinya penebangan hutan secara liar serta upaya yang perlu dilakukan untuk melestarikan hutan :
  • Melakukan program reboisasi secara rutin terhadap hutan yang gundul
  • Melarang keras penebangan hutan secara sewenang-wenang dan menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon
  • Menerapkan sistem tebang tanam dalam kegiatan penebangan hutan
  • Melakukan pembenahan terhadap sistem hukum yang mengatur tentang pengelolaan hutan dan menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan
  • Bimbingan dan penyuluhan kepada penduduk setempat tentang betapa pentingnya   keberadaan hutan bagi kehidupan semua umat
  • Perlu adanya inovasi pelatihan keterampilan kerja di masyarakat secara gratis dan rutin dari pihak-pihak yang terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja dan lain-lain

Sumber : http://wanaldaka.blogspot.com/2013/05/mawar-merah-putih-di-gunung-ungaran_27.html
 photo mawar6_zps4838eef3.jpg

Senin, 22 September 2014

Kode Etik Pecinta Alam Se-INDONESIA






KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA
  • Pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam dan isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
  • Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat  Indonesia sadar akan tanggung jawabnya terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
  • Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa
Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan :

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhannya
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam
  6. Berusaha saling membantu dan saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
  7. Selesai

Di susun dan di syahkan bersama dalam acara Gladia ke – IV
Di Ujung Pandang, Tahun 1974
#wanaldaka.blogspot.com
Sumber : http://wanaldaka.blogspot.com/2011/12/kode-etik-pecinta-alam-se-indonesia.html

Senin, 15 September 2014

Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung | Info Pecinta Alam


Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yang di butuhkan untuk pendakian gunung ada dua jenis yaitu pendakian yang bersifat indivual atau perorangan dan ada juga yg bersifat kelompok atau team. Baik kelompok kecil ataupun besar. Semua itu membutuhkan persiapan juga kelengkapan yang yang cukup agar tidak terjadi hal yg tidak kita alami selama di lapangan atau dalam rimba. 
Adapun Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yg bersifat Individual dan team adalah sebagai berikut :

Perlengkapan dan Peralatan Individual :
  • Carrier / ransel 
  • Boypack ( tas kecil ) 
  • Matras 
  • SB ( Sleeping Bag ) 
  • Sepatu treking ( sepatu gunung ) / sandal gunug 
  • Ponco / jas hujan / rain coat  
  • Jaket / sweeter 
  • Celana lapangan + baju lapangan 
  • Perlengkapan mandi 
  • Pakaian ganti 
  • Kaus kaki + Sarung tangan 
  • Masker + kupluk 
  • P3K 
  • Alat tulis Peluit , lampu senter  
  • Cermin 
  • Plastic besar

Perlengkapan dan Peralatan Kelompok / Team  :
  • Tenda dome 
  • Kompor · Kompor gas · Trangia paraffin · Kompor minyak · Kompor spritus Kompor ini bisa di pilih dan di pakai salah satu. 
  • Bahan bakar · Minyak tanah · Bahan bakar padat ( paraffin ) · Abu gosok · Kertas Korek api 
  • Peralatan navigasi · Peta topografi · Kompas · GPS · Pinokular · Penggaris , busur derjat, pensil, dll 
  • Parang / golok tebas 
  • Webbing , tali pramuka, tali plastic
  • Perlengkapan masak dan makan · Piring · Sendok + garpu · Canggir · Nice thing · Tissue · Victorinox / pisau multi, pisau lipat, dll, 
  • Logistic / bahan makanan 
  • Perlengkapan P3K · Perban , Handiplas / plaster, · Obat flu + obat sakit kepala + obat merah · Minyak krim pereda otot · Oralit / obat diare · Gunting kecil, pisau lipat dll, 
  • Plastic / kantung sampah jangan pernah meninggalkan sampah yang kita bawa. hutan tak kan tecemari juka bukan ulah kita sendiri.

 Catatan :
  • Bawalah Perlengkapan dan Peralatan Mendaki Gunung yang seperluhnya saja, Membawa Peralatan atau Perlengkapan yang tidak sesua standar Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung akan menyulitkan sendiri saat mendaki Gunung

  • Jangan hanya  Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yang diutamakan dan slalu diingat untuk dibawah pulang tetapi TOLONG bawalah sampah bekas makanan ataupun sisa makanan , jika tidak sempat setidaknya simpan ditempat yang bisa tau memungkinkan untuk dibakar (Ingat ...jangan sampai Hutan ikut terbakar).
infopencintaalam.com

MENDAKI SINDORO via SIGEDANG/SIKATOK



Gunung Sindoro nama lain dari Sindara atau Sundoro, dengan ketinggian 3153 mdpl terletak di kabupaten Wonosobo dan kabupaten Temanggung – Jawa Tengah. Bersebelahan dengan saudara kembarnya yaitu Gunung Sumbing. Gunung Sindoro memiliki keunikan pada Puncaknya yang lain dari pada puncak gunung pada umumya, yaitu memiliki Puncak yang sangat luas lebih dari beberapa kali ukuran stadion bola.

Jalur Pendakian Sindoro

Ada beberapa jalur pendakian ke Gunung Sindoro, antara lain Jalur Kledung (Temanggung), Jalur Sikatok (desa Sigedang – Kejajar Tambi kab. Wonosobo), Jalur Sibajak (Temanggung), Jalur Jlumprit (Dusun Katekan).
Jalur Sikatok merupakan jalur tercepat menuju Puncak Sindoro. Jalur ini melewati sebuah perkebunan teh. Untuk mencapai kebun teh Sikatok, dari Wonosobo kita bisa naik bus jurusan Dieng turun di pertigaan Tambi. Melalui gerbang kebun teh Kejajar Tambi kita melanjutkan perjalanan ke desa Sigedang yang berjarak 4 km dengan angkot atau ojeg. Sesampainya di desa Sigedang, pendaki mengurus perijinan dan bisa juga menitipkan mobil atau kendaraan di rumah pak amin yang sudah dianggap sebagai juru kunci gunung Sindoro. CP pak amin di Sigedang 081227967705.

Mendaki Sindoro

Perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan aspal Sigedang menuju pintu masuk kebun teh Sikatok, bisa dengan berjalan kaki atau naik mobil bak terbuka dgn ongkos Rp.5000 per orang. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 20 menit dan kita akan sampai di pertigaan kebun teh sikatok yg merupakan pintu masuk jalur pendakian ke puncak Sindoro. Dari pertigaan menuju Pos I dapat ditempuh kurang lebih dalam waktu 20 menit dengan mengikuti jalan setapak di tengah tengah kebun teh. Pos I merupakan pondok teh yang terletak di tepi jalan makadam.
Perjalanan dari Pos I menuju Pos II (Gardu Pandang) dapat ditempuh dalam waktu 30 menit melalui jalan setapak di tengah tengah kebun teh.  Pendakian dilanjutkan menuju Pos III selama 30 menit. Pos III merupakan batas kebun teh dan ilalang. Dari sini pendakian kita teruskan melalui medan yg terbuka dan cenderung menanjak selama 3 jam akan tiba di Tebing Jeblugan Alit atau yang lebih dikenal dengan Watu Susu.

Puncak Sindoro

Dari Watu Susu ke Alun Alun /Sabana dapat ditempuh selama 1,5 jam. Alun Alun merupakan padang rumput luas yg biasanya dipakai sebagai tempat Camp bagi para pendaki.  Perjalanan selanjutnya dari sabana menuju pasar setan ditempuh dalam waktu 10 menit. Tidak jauh dari pasar setan terdapat makam Jogo Negoro.
Dari Pasar Setan menuju Puncak Sindoro dapat ditempuh dalam waktu 10 menit melalui jalan berbatu dan menanjak. Disini terhampar luas dataran yang terdiri dari sabana. Dari kejauhan Anda dapat menikmati beberapa puncak gunung lainnya seperti Sumbing, Merapi dan Merbabu. Samar-samar tampak dikejauhan Puncak Slamet.
Perjalanan dari Sigedang menuju puncak Sindoro dibutuhkan waktu 6-7 jam dan waktu turunnya 3-4 jam. Bagi Anda yang pemula bawalah Jaket yang berstandart pendakian, karena suhu udara pada pagi hari bisa mencapai 2 derajat. Sementara itu sumber air tidak ditemukan sepanjang perjalanan dari Sigedang sampai Puncak, jadi sangat disarankan untuk membawa air dari bawah.

Save Our Earth…
pecintaalam.net

Kamis, 11 September 2014

Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebenarnya memiliki 2 gunung, tidak hanya Gunung Merapi.
Di daerah Gunungkidul, tepatnya di Desa Nglanggeran, juga terdapat gunung yang disebut dengan Gunung Nglanggeran. Gunung Nglanggeran ini dulunya adalah Gunung berapi yang aktif, sekitar 60 juta tahun yang lalu (menurut penelitian). Itu sebabnya Gunung Nglanggeran sering disebut dengan Gunung Api Purba. Saat ini, Gunung Nglanggeran hanya tinggal deretan gunung batu raksasa dengan pemandangan yang menakjubkan.
Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua. Dan memiliki 2 puncak gunung; puncak barat dan timur. Dengan ketinggian dari 200 hingga 700 Mdpl, Gunung Api Purba memiliki bentang alamn yang menakjubkan, dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi.

Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata, dan bekemah.
Mendaki Gunung Api Purba, kita akan menemui 3 gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang, sampai sangati tinggi di puncak gunungnya. Untuk mencapai puncak  Gunung Api Purba yang disebut dengan Gunung Gede ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
Alat bantu seperti tali dan tangga sederhana disediakan oleh pengelola guna mempermudah kita untuk mendaki. Sepanjang perjalanan, kita bisa menikmati kemegahan susunan bongkahan batu besar yang membentuk gunung ini dan juga keindahan awan, serta hamparan hijau rumput dan perkotaan di bawahnya.




Sesampainya di Puncak Gunung Gede, pemandangan indah dari puncak gunung akan menyambut Anda. Sebuah keindahan tersendiri manakala kita menyaksikan terbitnya matahari dari ufuk timur, atau melihatnya tenggelam menjelang senja. Sebuah imbalan yang pantas setelah lelah berjalan mendaki hingga sampai ke puncak. Bila sore hari, kita dapat menikmati matahari terbenam yang indah, dan kerlap-kerlip lampu kota saat malam hari.
 
Gunung Api Purba ini cocok sekali untuk kegiatan outbound, makrab, camping, jelajah wisata, dan berbagai kegiatan pedesaan lainnya.
Jarak tempuh Gunung Api Purba ini sekitar 25km dari kota Jogja, atau sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogja. Kalau dari arah Wonosari setelah melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung, tempat kerajinan Topeng. Kalau dari arah kota Jogja, lewat jalan Jogja-Wonosari menuju Bukit Bintang di Patuk. Setelah menemui Radio GCD FM, belok ke kiri, kira-kira 7km menuju desa Nglanggeran.
Tertarik untuk mengunjungi gunung yang tadinya adalah gunung berapi aktif ini? Kontak langsung nomor pengelola yang ada di bio akun twitter @GunungApiPurba.
Jangan lupa untuk membawa kamera bila berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul ini. Dijamin, banyak spot yang menarik untuk diabadikan.

Rabu, 13 Agustus 2014

BUKIT SIKUNIR Yang Mengagumkan.

BUKIT SIKUNIR Yang Mengagumkan.


Banyak dari wisatawan jika ingin hunting foto dan menikmati keindahan Pegunungan di Pulau Jawa ini kita bisa menikmati keindahan deretan pegunungan yang tidak kalah dengan Bromo. Gunung ini adalah Sindoro yang bisa kita nikmati dari puncak bukit Sikunir di Dieng, Jawa Tengah.Gunung Sindoro yang merupakan gunung dengan ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut. Gunung ini merupakan sebuah gunung volkano yang masih aktif yang terletak di Jawa Tengah dan tepatnya di Kabupaten Wonosobo.
Gunung Sindoro yang terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing. Deretan gunung berapi yang mempesona ini kita bisa menikmatinya dari Bukit Sikunir Dieng. Di bukit ini ada spot yang paling baik untuk menikmati keindahan gunung volcano aktif ini secara keseluruhan. Untuk mencapai Bukit Sikunir Dieng ini kita harus menyusuri dan mendaki jalan setapak selama 30 menit dengan jarak sekitar 800 m.
Bukit Sikunir adalah salah satu gunung yang mengelilingi Dataran Tinggi Dieng dengan ketinggian sekitar 2.300 meter di atas permukaan laut. Di sini kita bisa melihat keindahan Gunung Sindoro, Slamet dan barisan gunung lainnya. Lokasi ini terletak sekitar 7 sampai 8 kilometer dari Dieng dan untuk menuju gunung ini adalah dengan mendaki start mulai jam 4 pagi.
Untuk mendaki bukit Sikunir ini sangat diperlukan senter sebagai penerangan, jaket dan kondisi fisik yang kuat. Sangat disarankan untuk mendaki di kala subuh, agar kita bisa merasakan dan menikmati matahari terbit yang muncul dari Gunung Sindoro, dan disarankan bagi para wisatawan yang tidak hafal betul dengan jalur pendakian alangkah baiknya untuk menggunakan jasa Guide/Pemandu lokal Dieng.
Jika Anda beruntung dan mendapatkan cuaca cerah di Bukit Sikunir, Anda bisa melihat deretan pegunungan Sindoro dengan sangat jelas. Dihiasi semburat sinar matahari dan kabut yang membuat suasana di sini semakin mistis. Kita bisa berkeliling kawasan bukit Sikunir untuk mengambil angle yang baik untuk diabadikan dengan kamera, banyak spot-spot yang bagus di sini yang bisa kita saksikan.
Setelah puas menikmati keindahan Gunung Sindoro dari Bukit Sikunir, saatnya kita menuruni bukit ini dan di sekitar perjalanan baru tampak jelas keindahan tebing dan bukit bukit yang saat subuh tadi tidak tampak.Sesampai di dasar bukit tempat kita memarkirkan kendaraan ternyata di sini ada sebuah danau hijau kecil yang terletak di bagian bawah Gunung Sikunir. Telaga Cebong nama danau ini yang terletak disebekah tempat parkir menuju Bukit Sikunir.
Keindahan Gunung Sindoro membuat wisatawan maupun fotografer berdecak kagum. Perjalanan yang lumayan berat di pagi hari terbayar sudah dengan menikmati keindahan Sunrise Bukit Sikunir di pagi hari.

Selasa, 12 Agustus 2014

keindahan karya tuhan-digunung slamet

iBerita.com – Bagi para pendaki yang hobi melakukan penaklukan di puncak-puncak Gunung, sudahkah Anda berkunjung ke puncak Gunung Slamet? Gunung yang memiliki tinggi kedua di pulau Jawa itu konon menyajikan keindahan alam yang luar biasa. Tak hanya memberikan kepuasan bagi para pendakinya, Gunung Slamet juga memberikan panorama matahari terbit yang indah.
Sebagai gunung tertinggi kedua setelah Gunung Semeru, gunung ini kerap diabaikan dan luput dari perhatian para pendaki. Padahal berbicara pemandangan alam, Gunung Slamet tak kalah elok sejak dari kawasan pendakian dimulai. Gunung yang ketinggiannya yang mencapai 3.428 mdpl itu terletak di empat kabupaten yakni Brebes, Banyumas, Purbalingga, dan Kabupaten Pemalang ada di Jawa Tengah.
Untuk mencapai puncaknya, ada tiga jalur pendakian yang dapat ditempuh yakni  Bambangan, Baturraden dan Kali Wadas. Dari ketiga jalur itu, yang paling populer di kalangan para pendaki adalah jalur Bambangan yang terletak di  Kabupaten Purbalingga. Dusun tersebut dapat ditempuh dengan perjalanan dari Purwokerto ke Pertigaan Serayu dan diteruskan ke baseacamp pendakian di dusun Bambangan. Jika menyewa mobil tarifnya sekitar 300 ribu dari stasiun Purwokerto hingga basecamp.