Senin, 22 September 2014

Kode Etik Pecinta Alam Se-INDONESIA






KODE ETIK PECINTA ALAM INDONESIA
  • Pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam dan isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
  • Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat  Indonesia sadar akan tanggung jawabnya terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
  • Pecinta alam Indonesia sadar bahwa pecinta alam sebagai makhluk yang mencintai alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa
Sesuai dengan hakekat di atas, kami dengan kesadaran menyatakan :

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber daya alam sesuai dengan kebutuhannya
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air
  4. Menghormati tata kehidupan yang berlaku pada masyarakat sekitar serta menghargai manusia dan kerabatnya
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan antara pecinta alam sesuai dengan azas pecinta alam
  6. Berusaha saling membantu dan saling menghargai dalam pelaksanaan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air
  7. Selesai

Di susun dan di syahkan bersama dalam acara Gladia ke – IV
Di Ujung Pandang, Tahun 1974
#wanaldaka.blogspot.com
Sumber : http://wanaldaka.blogspot.com/2011/12/kode-etik-pecinta-alam-se-indonesia.html

Senin, 15 September 2014

Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung | Info Pecinta Alam


Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yang di butuhkan untuk pendakian gunung ada dua jenis yaitu pendakian yang bersifat indivual atau perorangan dan ada juga yg bersifat kelompok atau team. Baik kelompok kecil ataupun besar. Semua itu membutuhkan persiapan juga kelengkapan yang yang cukup agar tidak terjadi hal yg tidak kita alami selama di lapangan atau dalam rimba. 
Adapun Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yg bersifat Individual dan team adalah sebagai berikut :

Perlengkapan dan Peralatan Individual :
  • Carrier / ransel 
  • Boypack ( tas kecil ) 
  • Matras 
  • SB ( Sleeping Bag ) 
  • Sepatu treking ( sepatu gunung ) / sandal gunug 
  • Ponco / jas hujan / rain coat  
  • Jaket / sweeter 
  • Celana lapangan + baju lapangan 
  • Perlengkapan mandi 
  • Pakaian ganti 
  • Kaus kaki + Sarung tangan 
  • Masker + kupluk 
  • P3K 
  • Alat tulis Peluit , lampu senter  
  • Cermin 
  • Plastic besar

Perlengkapan dan Peralatan Kelompok / Team  :
  • Tenda dome 
  • Kompor · Kompor gas · Trangia paraffin · Kompor minyak · Kompor spritus Kompor ini bisa di pilih dan di pakai salah satu. 
  • Bahan bakar · Minyak tanah · Bahan bakar padat ( paraffin ) · Abu gosok · Kertas Korek api 
  • Peralatan navigasi · Peta topografi · Kompas · GPS · Pinokular · Penggaris , busur derjat, pensil, dll 
  • Parang / golok tebas 
  • Webbing , tali pramuka, tali plastic
  • Perlengkapan masak dan makan · Piring · Sendok + garpu · Canggir · Nice thing · Tissue · Victorinox / pisau multi, pisau lipat, dll, 
  • Logistic / bahan makanan 
  • Perlengkapan P3K · Perban , Handiplas / plaster, · Obat flu + obat sakit kepala + obat merah · Minyak krim pereda otot · Oralit / obat diare · Gunting kecil, pisau lipat dll, 
  • Plastic / kantung sampah jangan pernah meninggalkan sampah yang kita bawa. hutan tak kan tecemari juka bukan ulah kita sendiri.

 Catatan :
  • Bawalah Perlengkapan dan Peralatan Mendaki Gunung yang seperluhnya saja, Membawa Peralatan atau Perlengkapan yang tidak sesua standar Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung akan menyulitkan sendiri saat mendaki Gunung

  • Jangan hanya  Perlengkapan dan Peralatan Standar Mendaki Gunung yang diutamakan dan slalu diingat untuk dibawah pulang tetapi TOLONG bawalah sampah bekas makanan ataupun sisa makanan , jika tidak sempat setidaknya simpan ditempat yang bisa tau memungkinkan untuk dibakar (Ingat ...jangan sampai Hutan ikut terbakar).
infopencintaalam.com

MENDAKI SINDORO via SIGEDANG/SIKATOK



Gunung Sindoro nama lain dari Sindara atau Sundoro, dengan ketinggian 3153 mdpl terletak di kabupaten Wonosobo dan kabupaten Temanggung – Jawa Tengah. Bersebelahan dengan saudara kembarnya yaitu Gunung Sumbing. Gunung Sindoro memiliki keunikan pada Puncaknya yang lain dari pada puncak gunung pada umumya, yaitu memiliki Puncak yang sangat luas lebih dari beberapa kali ukuran stadion bola.

Jalur Pendakian Sindoro

Ada beberapa jalur pendakian ke Gunung Sindoro, antara lain Jalur Kledung (Temanggung), Jalur Sikatok (desa Sigedang – Kejajar Tambi kab. Wonosobo), Jalur Sibajak (Temanggung), Jalur Jlumprit (Dusun Katekan).
Jalur Sikatok merupakan jalur tercepat menuju Puncak Sindoro. Jalur ini melewati sebuah perkebunan teh. Untuk mencapai kebun teh Sikatok, dari Wonosobo kita bisa naik bus jurusan Dieng turun di pertigaan Tambi. Melalui gerbang kebun teh Kejajar Tambi kita melanjutkan perjalanan ke desa Sigedang yang berjarak 4 km dengan angkot atau ojeg. Sesampainya di desa Sigedang, pendaki mengurus perijinan dan bisa juga menitipkan mobil atau kendaraan di rumah pak amin yang sudah dianggap sebagai juru kunci gunung Sindoro. CP pak amin di Sigedang 081227967705.

Mendaki Sindoro

Perjalanan dilanjutkan menyusuri jalan aspal Sigedang menuju pintu masuk kebun teh Sikatok, bisa dengan berjalan kaki atau naik mobil bak terbuka dgn ongkos Rp.5000 per orang. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 20 menit dan kita akan sampai di pertigaan kebun teh sikatok yg merupakan pintu masuk jalur pendakian ke puncak Sindoro. Dari pertigaan menuju Pos I dapat ditempuh kurang lebih dalam waktu 20 menit dengan mengikuti jalan setapak di tengah tengah kebun teh. Pos I merupakan pondok teh yang terletak di tepi jalan makadam.
Perjalanan dari Pos I menuju Pos II (Gardu Pandang) dapat ditempuh dalam waktu 30 menit melalui jalan setapak di tengah tengah kebun teh.  Pendakian dilanjutkan menuju Pos III selama 30 menit. Pos III merupakan batas kebun teh dan ilalang. Dari sini pendakian kita teruskan melalui medan yg terbuka dan cenderung menanjak selama 3 jam akan tiba di Tebing Jeblugan Alit atau yang lebih dikenal dengan Watu Susu.

Puncak Sindoro

Dari Watu Susu ke Alun Alun /Sabana dapat ditempuh selama 1,5 jam. Alun Alun merupakan padang rumput luas yg biasanya dipakai sebagai tempat Camp bagi para pendaki.  Perjalanan selanjutnya dari sabana menuju pasar setan ditempuh dalam waktu 10 menit. Tidak jauh dari pasar setan terdapat makam Jogo Negoro.
Dari Pasar Setan menuju Puncak Sindoro dapat ditempuh dalam waktu 10 menit melalui jalan berbatu dan menanjak. Disini terhampar luas dataran yang terdiri dari sabana. Dari kejauhan Anda dapat menikmati beberapa puncak gunung lainnya seperti Sumbing, Merapi dan Merbabu. Samar-samar tampak dikejauhan Puncak Slamet.
Perjalanan dari Sigedang menuju puncak Sindoro dibutuhkan waktu 6-7 jam dan waktu turunnya 3-4 jam. Bagi Anda yang pemula bawalah Jaket yang berstandart pendakian, karena suhu udara pada pagi hari bisa mencapai 2 derajat. Sementara itu sumber air tidak ditemukan sepanjang perjalanan dari Sigedang sampai Puncak, jadi sangat disarankan untuk membawa air dari bawah.

Save Our Earth…
pecintaalam.net

Kamis, 11 September 2014

Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sebenarnya memiliki 2 gunung, tidak hanya Gunung Merapi.
Di daerah Gunungkidul, tepatnya di Desa Nglanggeran, juga terdapat gunung yang disebut dengan Gunung Nglanggeran. Gunung Nglanggeran ini dulunya adalah Gunung berapi yang aktif, sekitar 60 juta tahun yang lalu (menurut penelitian). Itu sebabnya Gunung Nglanggeran sering disebut dengan Gunung Api Purba. Saat ini, Gunung Nglanggeran hanya tinggal deretan gunung batu raksasa dengan pemandangan yang menakjubkan.
Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua. Dan memiliki 2 puncak gunung; puncak barat dan timur. Dengan ketinggian dari 200 hingga 700 Mdpl, Gunung Api Purba memiliki bentang alamn yang menakjubkan, dan secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi.

Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah wisata, dan bekemah.
Mendaki Gunung Api Purba, kita akan menemui 3 gardu pandang sederhana dari ketinggian yang rendah, sedang, sampai sangati tinggi di puncak gunungnya. Untuk mencapai puncak  Gunung Api Purba yang disebut dengan Gunung Gede ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam.
Alat bantu seperti tali dan tangga sederhana disediakan oleh pengelola guna mempermudah kita untuk mendaki. Sepanjang perjalanan, kita bisa menikmati kemegahan susunan bongkahan batu besar yang membentuk gunung ini dan juga keindahan awan, serta hamparan hijau rumput dan perkotaan di bawahnya.




Sesampainya di Puncak Gunung Gede, pemandangan indah dari puncak gunung akan menyambut Anda. Sebuah keindahan tersendiri manakala kita menyaksikan terbitnya matahari dari ufuk timur, atau melihatnya tenggelam menjelang senja. Sebuah imbalan yang pantas setelah lelah berjalan mendaki hingga sampai ke puncak. Bila sore hari, kita dapat menikmati matahari terbenam yang indah, dan kerlap-kerlip lampu kota saat malam hari.
 
Gunung Api Purba ini cocok sekali untuk kegiatan outbound, makrab, camping, jelajah wisata, dan berbagai kegiatan pedesaan lainnya.
Jarak tempuh Gunung Api Purba ini sekitar 25km dari kota Jogja, atau sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogja. Kalau dari arah Wonosari setelah melewati Bunderan Sambipitu, ambil kanan arah ke dusun Bobung, tempat kerajinan Topeng. Kalau dari arah kota Jogja, lewat jalan Jogja-Wonosari menuju Bukit Bintang di Patuk. Setelah menemui Radio GCD FM, belok ke kiri, kira-kira 7km menuju desa Nglanggeran.
Tertarik untuk mengunjungi gunung yang tadinya adalah gunung berapi aktif ini? Kontak langsung nomor pengelola yang ada di bio akun twitter @GunungApiPurba.
Jangan lupa untuk membawa kamera bila berkunjung ke Gunung Api Purba Nglanggeran di Gunungkidul ini. Dijamin, banyak spot yang menarik untuk diabadikan.