19
tahun yang lalu gunung Ungaran ku dengan Base Camp Mawar di kelilingi
kebun mawar yang indah nampak seperti lautan merah putih. Dengan senyum
ceria para petani saat panen raya memetik bunga mawar. Tapi kini hanya
tinggal bayangan 19 tahun yang lalu kini menjadi lahan yang gundul
hingga tak kutemui lagi senyum ceria para petani. 19 tahun yang lalu
setiap pendaki pasti terpesona dengan hambaran kebun bunga mawar disini,
sesekali mereka bertandang di depan kamera untuk sebuah kenangan di
kebun mawar gunung Ungaran ku. Sungguh kini jauh berbeda dengan adanya
keserakahan untuk kepentingan pribadi (tertentu) kebun mawarku hilang
dan muncul tanaman tanaman villa yang kokoh. Kapan dan kapan lagi akan
di bangun sebuah tanaman semen yang kokoh atau sebuah apa lagi, yang
mesti di sini dulu kebun mawar dan yang akan datang akan berubah menjadi
objek apalagi ?
Sungai
kecil dengan air yang jernih dan sejuk dengan mudah di ambil untuk
kebutuhan perjalanan pendakian para pendaki dan juga para petani di
sekitar kebun mawar. Air terjun dengan ketinggian kurang lebih 7 meter
dikelilingi rimbunnya pohon pinus dapat dijumpai dan airnya kami
gunakan untuk mandi membersihkan badan setelah pendakian atuapun
berkemah. Kini tiada lagi air terjun itu dengan rimbunnya pohon pinus
dan sungai kecil dengan air yang jernih sudah tertutup cor-cor semen
yang keras dan kokoh.
Sebuah
gorong gorong yang menyerupai goa buatan tangan tangan manusia,
sesekali aku sempatkan untuk menelusuri kedalamnya hingga ada sebuah
pertanyaan adakah sebuah kesejukan, keharuman dan kedamaian di sini,
adakah sebuah angin sepoi sepoi keharuman bunga mawar disini. Bergegas
aku lari keluar karena nafasku sesak dan kembali aku temukan hamparan
tanah gersang disekitarnya. Namun Base Camp mawar untuk para pendaki
masih berdiri kokoh disini. Kekawatiranku akan pengambilan lahan mawar
ini dan akankah base camp juga nantinya tergusur?
Area
perkemahan yang dulunya rimbun dengan pohon pinus, sekarang mulai
berkurang karena banyak ditanami rumput-rumput untuk pakan ternak. Belum
lagi ulah tangan-tangan jahil dengan bekas tebangan pohon pinus yang
belum tuntas. Beberapa area berdiri kokoh tiang-tiang besi yang
mengurangi keindahan mata akan alaminya sekitar perkebunan yang dulu
adalah hamparan bunga mawar.
Indonesia kaya dengan keindahan alamnya karena terdiri dari daratan dan lautan, daratan Indonesia membentang hutan yang sangat luas dari sabang sampai merauke. Pulau Indonesia yang memiliki hutan paling luas adalah pulau Kalimantan kemudian pulau Sumatera. Hutan adalah paru-paru dunia karena hutan sangat besar peranannya terhadap kehidupan dibumi ini. Setiap detiknya hutan selalu menghasilkan oksigen untuk di hirup oleh manusia. Penebangan hutan di Indonesia pada saat ini sudah semakin merajalela, apalagi penebangan yang terus menerus dan tidak ada peremajaan hutan sejak dini. Memang sudah ada gerakan menanam pohon dengan serempak hampir disemua elemen masyarakat, namun jika tidak diimbangi dengan kesadaran akan bahanya penebangan hutan secara liar ini akan berbahaya bagi kelangsungan hidup semua mahluk pada umumnya.
Kebutuhan
manusia semakin hari semakin bertambah, seperti tumbuhan, lahan
pertanian dan sebagainya. Akan tetapi persedian alam sangat terbatas dan
akan terus habis jika tidak dipergunakan secara bijak. Bagi mahluk
hidup, hutan adalah merupakan kebutuhan utama untuk kehidupan. Jika
tidak ada penanaman hutan dan penebangan terus dilakukan maka bencana
alam akan melanda kita semua, seperti :
- Semakin berkurangnya lapisan tanah yang subur
- Longsor dan Banjir di berbagai wilayah
- Kekeringan berkepanjangan dan berkurangnya sumber mata air
- Global warming
- Musnahnya berbagai flora dan fauna
- Kekayaan hutan di indonesia tentu nya akan menjadi lebih sedikit akibat adanya penebangan hutan secara liar/illegal
Melihat dampak dari penebangan hutan
secara liar tersebut, maka perlu adanya suatu cara untuk mencegah
bahaya besar yang mengancam. Dalam menyingkapi adanya penebangan hutan
tersebut dengan cara pendekatan secara neo-humanis. Beberapa hal
pendekatan neo-humanis dalam mencegah dan mengurangi terjadinya
penebangan hutan secara liar serta upaya yang perlu dilakukan untuk
melestarikan hutan :
- Melakukan program reboisasi secara rutin terhadap hutan yang gundul
- Melarang keras penebangan hutan secara sewenang-wenang dan menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon
- Menerapkan sistem tebang tanam dalam kegiatan penebangan hutan
- Melakukan pembenahan terhadap sistem hukum yang mengatur tentang pengelolaan hutan dan menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan
- Bimbingan dan penyuluhan kepada penduduk setempat tentang betapa pentingnya keberadaan hutan bagi kehidupan semua umat
- Perlu adanya inovasi pelatihan keterampilan kerja di masyarakat secara gratis dan rutin dari pihak-pihak yang terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja dan lain-lain
Sumber : http://wanaldaka.blogspot.com/2013/05/mawar-merah-putih-di-gunung-ungaran_27.html