sumber: www.gkhwklaten.org
Kayaknya udahbiasa kan dengar kata-kata itu. Dari SD sebenarnyakita sudahselaludiajarkan untuk selalumenjagakebersihan.Mulai dari kebersihandiri sendiri sampai kebersihan lingkungan. Sewaktu jaman sekolahdulupasti kita dapatjatah untuk piketkebersihansetiap minggunya.Itu fungsinyauntuk melatih kita peka terhadapkebersihanlingkungan.
Seorang travelersejati seharusnyabisa mencintai dan menjagalingkungan. Dari hal yang paling kecilaja deh. Misalnyabungkuspermen.Kemana kamu membuangbungkuspermenitu? Ketempat sampah? Gimana kalau nggakada tempat sampah?
sumber:papanpelangi.wordpress.com
Yang ironis sekarang ini adalah banyak yang mengakusebagai pencintaalam dan pencinta pantai tapi perilakumereka tidak mencerminkan sebagai pencintaalam. Datang ke gunungdan pantai untuk berkemahdengan membawabanyak makanandan jajanan yang terbungkusplastik. Tapi saat mereka pulang,dengan tanpadosa mereka semua meninggalkansampah plastiknya. Mereka lupa kalau mereka adalah pencintaalam. Sampah plastikmereka akan sulit diurai oleh alam. Selainitu juga sampah-sampah mereka akan merusakkeindahan.
source: blog.kotajogja.com
Dijalanan pun tak kalah mirisnya. Dimana ada keramaian. Disitulahbanyak sampah yang menumpuk.Please comeon , menjagakebersihan itu bukantanggungjawab petugasdari dinas kebersihanaja. Tapi tugas kita semua. Buanglah sampah pada tempatnya. Kalaupunbelumada tempahsampah ditempattersebut.Simpanlah sampah kita dikantongatau tas kita sampai kita menemukantempatsampah.
sumber:jogja.tribunnews.com
Seorang travelersejati itu seharusnyamalu untuk membuangsampah sembarangan.Tetapjalan-jalan dan tetapcintailingkungan!
Selasa, 08 Juli 2014
Ironi Sampah Di Tempat Wisata
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar